Beranda Nasional

Situasi Rapat Kerja KPK-DPR Memanas, Saut Situmorang Agak Nada Tinggi, Ini Penyebabnya

BAGIKAN

Kroniknews.com – Rapat DPR Dengan KPK hari ini memanas. Kejadian itu bermula ketika pimpinan rapat Benny Kabur Harman bertanya kepada pimpinan KPK mengenai mekanisme proses pengaduan masyarakat di komisi antirasuah itu. Namun Benny merasa penjelasan Komisioner KPK Saut Situmorang terlalu melebar karena sudah masuk ke tahap ke penyelidikan.

“Simpel saja. Tata kerja dumas itu seperti apa,” ujar Benny saat rapat di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).

Namun Saut merasa sudah menjelaskan secara rinci mengenai hal itu. “Tadi kan sudah dijelaskan. Ketika menerima, mereka klarifikasi, ketemu dengan pengirim surat. Ketika nama dirjen disebut (misalnya) kita datangi,” ucapnya dengan nada agak tinggi.

Benny pun lantas menyalakan mikrofonnya. Dia meminta agar Saut tidak perlu emosi. “Gini gini jangan emosi. Lain yang ditanya lain yang dijawab,” singgungnya. Saut pun membalas. “Kan sudah jelas tadi,” sebutnya.



Benny lantas menanggapi dia hanya bertanya bagaimana sistem pengaduan masyarakat di KPK. Termasuk bagaimana memilah perkara yang akan ditangani.

Saut pun kembali menjawab bahwa dia sudah mengatakan bahwa ketika menerima aduan, Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK akan melakukan klarifikasi kepada pelapor. Lalu mereka menelusuri ada kerugian negara atau tidak. Baru diputuskan apakah laporan itu akan ditindaklanjuti atau tidak.

“Eh surat ente nomor ini nggak memenuhi kriteria. Kan saya sudah bilang tadi, bapak aja nggak dengar,” kritik Saut. Benny kembali menegaskan bahwa tadi Saut mengatakan di dumas sudah ada penyelidikan.



Anggota Komisi III DPR lainnya, Wenny Warouw ikut-ikutan geram dengan jawaban dan sikap Saut. “Saya mantan penyidik nggak begini kerja penyidik. Semrawut itu,” tuturnya.  Saut tak mau kalah. Dia menyalakan mikrofonnya menanggapi pernyataan Wenny. Kata dia, saat ini yang dibicarakan perihal pengaduan masyarakat (dumas).

Wenny pun tambah geram. “Dengar dulu . Diam kalau saya ngomong,” kesalnya dengan nada tinggi. Politikus Partai Gerindra itu mempertegas pernyataan Benny bahwa mereka hanya mempertanyakan bagaimana mekanisme proses dumas di KPK.

“Dalam proses tadi pimpinan menanyakan bagaimana proses pengaduan perkara. Itu saja yang bapak jawab, gampang,” tegas mantan Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Direksus Bareskrim) Polri itu.

Melihat situasi tersebut, Anggota Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik pun meminta agar semua pihak yang hadir menghormati pimpinan rapat.

“Jangan sampai pimpinan rapat tidak dihargai. Ini seperti lalu lintas, orang mau ngomong satu persatu seperti tidak hormati pimpinan rapat,” pintanya.

Erma lantas meminta pimpinan KPK lebih baik membuat konstruksi mengenai alur aduan masyarakat. Benny menambahkan, pimpinan KPK jangan menganggap pertanyaan dari mereka seperti merasa diserang. Dia hanya bertanya bagaimana mekanisme proses dumas itu.

“Saya bingung tadi tiba-tiba masuk ke penyelidikan. Memang saya bodoh, tidak tau (mekanismenya seperti apa). Tapi saya cukup lama di komisi tiga. Paling tidak sama-sama bodoh kita,” guyonnya mencairkan suasana.

loading...